Sunday, March 29, 2020

WORLD WIDE WEB ATAU WEB

Sejarah WEB

            Gopher adalah sistem pengambilan informasi yang digunakan pada awal tahun 1990, 
memberikan suatu metode penyampaian menu link ke file, sumber daya komputer dan menu
lainnya. Menu-menu ini bisa melintasi batas-batas dari komputer dan menggunakan Internet
untuk mengambil menu dari sistem lain. Sistem ini sangat populer pada saat banyak 
universitas yang sedang mencari sistem yang dapat memberikan informasi ke seluruh kampus
dan organisasi besar yang mencari sistem untuk memusatkan penyimpanan dan manajemen
dokumen.                      
Gopher diciptakan oleh University of Minnesota. Pada bulan Februari 1993, mereka
mengumumkan akan menarik biaya lisensi penggunaan referensi implementasi server
Gopher. Akibatnya, banyak organisasi mulai mencari alternatif untuk Gopher.
Dewan Eropa untuk Riset Nuklir ( CERN ) di Swiss memiliki alternatif tersebut. Tim
Berners - Lee membuat suatu sistem informasi manajemen, di mana teks bisa berisi link dan
referensi ke dokumen lain yang memungkinkan pembaca untuk cepat melompat dari satu
dokumen ke dokumen. Dia telah menciptakan server untuk penerbitan dokumen dengan
corak ini (disebut hypertext) serta program untuk membacanya, yang dia sebut
WorldWideWeb. Perangkat lunak ini pertama kali dirilis pada tahun 1991. Dan kelak, akan
terjadi dua peristiwa menyebabkan popularitas sistem ini meledak dan akhirnya
menggantikan Gopher.
Pada tanggal 30 April 1993 CERN merilis kode sumber WorldWideWeb ke domain
publik, sehingga siapa pun bisa menggunakan atau membangun perangkat lunak tanpa biaya.
Pada tahun yang sama, NCSA merilis sebuah program yang merupakan gabungan
browser web dan klien Gopher, disebut Mosaic. Awalnya hanya tersedia pada mesin Unix
dan dalam bentuk kode sumber, tetapi pada bulan Desember 1993, Mosaic menyediakan versi
baru dengan installer untuk Apple Macintosh dan Microsoft Windows. Mosaic cepat
meningkat popularitasnya, dan menyeret popularitas Web.
Jumlah browser web yang tersedia meningkat secara dramatis, banyak yang dibuat oleh
proyek-proyek penelitian di universitas dan perusahaan, seperti Telenor (sebuah perusahaan
komunikasi Norwegia), yang menciptakan versi pertama dari browser Opera pada tahun
1994.

Pengertian WEB
     Web merupakan suatu kebutuhan bagi masyarakat modern sekarang ini, baik itu digunakan untuk melakukan transaksi, penyebaran informasi, maupun pencarian informasi. Website yang memiliki mesin pencari informasi seperti google atau yahoo kini telah menjadi alternatif utama bagi masyarakat modern dalam mencari berita atau informasi. Pada dasarnya, web adalah sebuah database jalinan computer di seluruh dunia yang menggunakan sebuah arsitektur pengambilan informasi yang umum. Secara konsep, web merupakan sebuah klien atau server system manajemen database. Web terdapat dua jenis, yaitu :

1.      Web Statis, yaitu isi informasi websitenya tetap, jarang berubah, dan isi informasinya satu arah.
2.      Web Dinamis, yaitu isi informasi websitenya selalu berubah-ubah dan isi informasinya interaktif dua arah.

Perkembangan WEB
     Web sedemikian berkembangnya sehingga para ahli telah memberikan penomoran untuk mengklasifikasikan generasi teknologi Web yang digunakan, yaitu :

Ø Web 1.0
     Web 1.0 merupakan teknologi Web generasi pertama yang merupakan revolusi baru di dunia Internet karena telah mengubah cara kerja dunia industri dan media. Pada dasarnya, Website yang dibangun pada generasi pertama ini secara umum dikembangkan untuk pengaksesan informasi dan memiliki sifat yang sedikit interaktif. Berbagai Website seperti situs berita “cnn.com” atau situs belanja “Bhinneka.com” dapat dikategorikan ke dalam jenis ini.

Ø Web 2.0

     Istilah Web 2.0 pertama kalinya diperkenalkan oleh O’Reilly Media pada tahun 2004 sebagai teknologi Web generasi kedua yang mengedepankan kolaborasi dan sharing informasi secara online. Menurut Tim O’Reilly, Web 2.0 dapat didefinisikan sebagai berikut:
     “Web 2.0 adalah revolusi bisnis di industri komputer yang disebabkan oleh penggunaan internet sebagai platform, dan merupakan suatu percobaan untuk memahami berbagai aturan untuk mencapai keberhasilan pada platform baru tersebut. Salah satu aturan terutama adalah: Membangun aplikasi yang mengeksploitasi efek jaringan untuk mendapatkan lebih banyak lagi pengguna aplikasi tersebut”

     Berbagai layanan berbasis web seperti jejaring sosial, wiki dan folksonomies (misalnya: “flickr.com”, “del.icio.us”) merupakan teknologi Web 2.0 yang menambah interaktifitas di antara para pengguna Web. Pada umumnya, Website yang dibangun dengan menggunakan teknologi Web 2.0 memiliki fitur-fitur sebagai berikut: CSS (Cascading Style Sheets)

·         Aplikasi Rich Internet atau berbasis Ajax
·         Markup XHTML
·         Sindikasi dan agregasi data menggunakan RSS/Atom
·         URL yang valid
·         Folksonomies
·         Aplikasi wiki pada sebagian atau seluruh Website
·         XML Web-Service API

Ø  Web 3.0 / Semantic Web

     Walaupun masih dalam perdebatan di kalangan analis dan peneliti, istilah Web 3.0 tetap berpotensi menjadi generasi teknologi di dunia Internet. Saat ini, definisi untuk Web 3.0 sangat beragam mulai dari pengaksesan broadband secara mobile sampai kepada layanan Web berisikan perangkat lunak bersifat on-demand. Namun, menurut John Markoff, Web 3.0 adalah sekumpulan teknologi yang menawarkan cara baru yang efisien dalam membantu computer mengorganisasi dan menarik kesimpulan dari data online.

     Berdasarkan definisi yang dikemukakan tersebut, maka pada dasarnya Semantic Web memiliki tujuan yang sama karena Semantic Web memiliki isi Web yang tidak dapat hanya diekpresikan di dalam bahasa alami yang dimengerti manusia, tetapi juga di dalam bentuk yang dapat dimengerti, diinterpretasi dan digunakan oleh perangkat lunak (software agents). Melalui Semantic Web inilah, berbagai perangkat lunak akan mampu mencari, membagi, dan mengintegrasikan informasi dengan cara yang lebih mudah.

Arsitektur WEB
Arsitektur web merupakan struktur rancangan (desain) web agar dapat tersusun suatu informasi yang tepat (terorganisasi) dan mudah ditemukan isinya. Dimana struktur rancangan harus memenuhi beberapa aspek antara lain form, fungsi, navigasi, interface, interaksi, visual, dan maksud informasi itu sendiri, yang akan dibangun dalam sebuah web (www.usemod.com). Sepintas, definisi arsitektur informasi menyerupai definisi sebuah buku. Dimana sebuah buku adalah informasi yang isinya dibagi atau diorganisasikan dalam suatu bab, dan bab-bab terdiri dari subbab-subbab yang ditunjukkan pada daftar isi. Namun arsitektur informasi web jelas berbeda dengan buku.
Sejak web perencanaan isi, desain dan manajemen datang dalam lingkup metode desain, Vitruvian tradisional tujuan komoditas, keteguhan dan kesenangan dapat memandu arsitektur situs, seperti yang mereka lakukan arsitektur fisik dan disiplin desain lainnya. Website arsitektur akan datang dalam ruang lingkup estetika dan teori kritis dan kecenderungan ini dapat mempercepat dengan munculnya web semantik dan web 2.0. Kedua  ide menekankan aspek struktur informasi. Strukturalisme adalah sebuah pendekatan untuk pengetahuan yang telah dipengaruhi sejumlah disiplin akademis termasuk estetika, teori kritis dan postmodernisme. Web 2.0, karena melibatkan user-generated content, mengarahkan perhatian arsitek website untuk aspek-aspek struktur informasi.
“Website arsitektur” memiliki potensi untuk menjadi istilah yang digunakan untuk disiplin intelektual mengatur konten website. ”Web desain”, dengan cara kontras, menggambarkan tugas-tugas praktis, bagian-bagian-grafis dan teknis, dari merancang dan menerbitkan sebuah situs web. Perbedaan tersebut dibandingkan dengan yang antara tugas mengedit sebuah koran atau majalah dan desain grafis dan pencetakan. Tetapi hubungan antara editorial dan kegiatan produksi adalah lebih dekat untuk publikasi web daripada untuk penerbitan cetak.
  • Konsep Arsitektur system dalam web meliputi :
Arsitektur Teknologi Informasi
Arsitektur Teknologi informasi (TI) adalah peta level tinggi atau rencana aset informasi dalam sebuah organisasi. Hal tersebut adalah panduan kedua untuk operasi saat ini dan blue print untuk ke arah masa depan. Arsitektur TI mengintegrasikan kebutuhan bisnis seluruh organisasi untuk mendapatkan informasi dan semua aplikasi. Arsitektur TI adalah analog dengan arsitektur rumah. Sebuah rencana arsitektur menjelaskan bagaimana rumah yang akan dibangun, termasuk bagaimana berbagai komponen rumah, seperti pipa dan sistem kelistrikan, harus diintegrasikan. Demikian pula, arsitektur TI menunjukkan bagaimana semua aspek teknologi informasi dalam suatu organisasi yang sesuai secara bersama. Gambar 1 menggambarkan arsitektur TI dari sebuah agen perjalanan online.
 kelebihan dan kekurangan WEB

Kelebihan :

Ø  Mudah diakses kapanpun Dimanapun kita mau
Ø  Mendapatkan informasi terbaru atau terupdate
Ø  Informasi mudah di distribusikan atau di share

Kekurangan :

Ø  Apabila website tidak terproteksi menyebabkan komputer user atau smartphone user terkena gangguan seperti virus ataupun spam iklan
Ø  Terkadang ada website yang memerlukan pembayaran dalam mengaksesnya
Ø  Loading yang lama pada saat mengakses dikarenakan server atau jaringan tidak stabil


Referensi :

*Nicols, Steven Vaughan. dkk. (1999). Yang Perlu Anda Ketahui tentang World Wide Web. Edisi Yogyakarta: Andi Yogyakarta.

*Tim Berners-Lee, J. Hendler, and O. Lassila (2001). The semantic web. Technical report, Scientific American. 

*John Borland (2007).  A Smarter Web.

*The History of The Web.


*https://dhozkiii24.wordpress.com/2013/08/26/arsitektur-web/. Diakses : 28/03/20.




No comments:

Post a Comment