Sejarah
WEB
Gopher
adalah sistem pengambilan informasi yang digunakan pada awal tahun 1990,
memberikan suatu metode penyampaian menu
link ke file, sumber daya komputer dan menu
lainnya. Menu-menu ini bisa melintasi
batas-batas dari komputer dan menggunakan Internet
untuk mengambil menu dari sistem lain.
Sistem ini sangat populer pada saat banyak
universitas yang sedang mencari sistem
yang dapat memberikan informasi ke seluruh kampus
dan organisasi besar yang mencari sistem
untuk memusatkan penyimpanan dan manajemen
dokumen.
Gopher diciptakan oleh University of
Minnesota. Pada bulan Februari 1993, mereka
mengumumkan akan menarik biaya lisensi
penggunaan referensi implementasi server
Gopher. Akibatnya, banyak organisasi
mulai mencari alternatif untuk Gopher.
Dewan Eropa untuk Riset Nuklir ( CERN )
di Swiss memiliki alternatif tersebut. Tim
Berners - Lee membuat suatu sistem
informasi manajemen, di mana teks bisa berisi link dan
referensi ke dokumen lain yang
memungkinkan pembaca untuk cepat melompat dari satu
dokumen ke dokumen. Dia telah
menciptakan server untuk penerbitan dokumen dengan
corak ini (disebut hypertext) serta
program untuk membacanya, yang dia sebut
WorldWideWeb. Perangkat lunak ini
pertama kali dirilis pada tahun 1991. Dan kelak, akan
terjadi dua peristiwa menyebabkan
popularitas sistem ini meledak dan akhirnya
menggantikan Gopher.
Pada tanggal 30 April 1993 CERN merilis
kode sumber WorldWideWeb ke domain
publik, sehingga siapa pun bisa
menggunakan atau membangun perangkat lunak tanpa biaya.
Pada tahun yang sama, NCSA merilis
sebuah program yang merupakan gabungan
browser web dan klien Gopher, disebut
Mosaic. Awalnya hanya tersedia pada mesin Unix
dan dalam bentuk kode sumber, tetapi
pada bulan Desember 1993, Mosaic menyediakan versi
baru dengan installer untuk Apple
Macintosh dan Microsoft Windows. Mosaic cepat
meningkat popularitasnya, dan menyeret
popularitas Web.
Jumlah browser web yang tersedia
meningkat secara dramatis, banyak yang dibuat oleh
proyek-proyek penelitian di universitas
dan perusahaan, seperti Telenor (sebuah perusahaan
komunikasi Norwegia), yang menciptakan
versi pertama dari browser Opera pada tahun
1994.
Pengertian
WEB
Web
merupakan suatu kebutuhan bagi masyarakat modern sekarang ini, baik itu
digunakan untuk melakukan transaksi, penyebaran informasi, maupun pencarian
informasi. Website yang memiliki mesin pencari informasi seperti google atau
yahoo kini telah menjadi alternatif utama bagi masyarakat modern dalam mencari
berita atau informasi. Pada dasarnya, web adalah sebuah database jalinan
computer di seluruh dunia yang menggunakan sebuah arsitektur pengambilan
informasi yang umum. Secara konsep, web merupakan sebuah klien atau server
system manajemen database. Web terdapat dua jenis, yaitu :
1. Web Statis, yaitu isi informasi
websitenya tetap, jarang berubah, dan isi informasinya satu arah.
2. Web Dinamis, yaitu isi informasi
websitenya selalu berubah-ubah dan isi informasinya interaktif dua arah.
Perkembangan
WEB
Web sedemikian berkembangnya
sehingga para ahli telah memberikan penomoran untuk mengklasifikasikan generasi
teknologi Web yang digunakan, yaitu :
Ø Web 1.0
Web 1.0 merupakan teknologi Web generasi
pertama yang merupakan revolusi baru di dunia Internet karena telah mengubah
cara kerja dunia industri dan media. Pada dasarnya, Website yang dibangun pada
generasi pertama ini secara umum dikembangkan untuk pengaksesan informasi dan
memiliki sifat yang sedikit interaktif. Berbagai Website seperti situs berita
“cnn.com” atau situs belanja “Bhinneka.com” dapat dikategorikan ke dalam jenis
ini.
Ø Web 2.0
Istilah Web 2.0 pertama kalinya
diperkenalkan oleh O’Reilly Media pada tahun 2004 sebagai teknologi Web
generasi kedua yang mengedepankan kolaborasi dan sharing informasi secara
online. Menurut Tim O’Reilly, Web 2.0 dapat didefinisikan sebagai berikut:
“Web 2.0 adalah revolusi bisnis di
industri komputer yang disebabkan oleh penggunaan internet sebagai platform,
dan merupakan suatu percobaan untuk memahami berbagai aturan untuk mencapai
keberhasilan pada platform baru tersebut. Salah satu aturan terutama adalah:
Membangun aplikasi yang mengeksploitasi efek jaringan untuk mendapatkan lebih
banyak lagi pengguna aplikasi tersebut”
Berbagai layanan berbasis web
seperti jejaring sosial, wiki dan folksonomies (misalnya: “flickr.com”, “del.icio.us”)
merupakan teknologi Web 2.0 yang menambah interaktifitas di antara para
pengguna Web. Pada umumnya, Website yang dibangun dengan menggunakan teknologi
Web 2.0 memiliki fitur-fitur sebagai berikut: CSS (Cascading Style Sheets)
·
Aplikasi
Rich Internet atau berbasis Ajax
·
Markup
XHTML
·
Sindikasi
dan agregasi data menggunakan RSS/Atom
·
URL
yang valid
·
Folksonomies
·
Aplikasi
wiki pada sebagian atau seluruh Website
·
XML
Web-Service API
Ø Web 3.0 / Semantic Web
Walaupun masih dalam perdebatan di
kalangan analis dan peneliti, istilah Web 3.0 tetap berpotensi menjadi generasi
teknologi di dunia Internet. Saat ini, definisi untuk Web 3.0 sangat beragam
mulai dari pengaksesan broadband secara mobile sampai kepada layanan Web
berisikan perangkat lunak bersifat on-demand. Namun, menurut John Markoff, Web
3.0 adalah sekumpulan teknologi yang menawarkan cara baru yang efisien dalam
membantu computer mengorganisasi dan menarik kesimpulan dari data online.
Berdasarkan definisi yang
dikemukakan tersebut, maka pada dasarnya Semantic Web memiliki tujuan yang sama
karena Semantic Web memiliki isi Web yang tidak dapat hanya diekpresikan di
dalam bahasa alami yang dimengerti manusia, tetapi juga di dalam bentuk yang
dapat dimengerti, diinterpretasi dan digunakan oleh perangkat lunak (software
agents). Melalui Semantic Web inilah, berbagai perangkat lunak akan mampu mencari,
membagi, dan mengintegrasikan informasi dengan cara yang lebih mudah.
Arsitektur WEB
Arsitektur
web merupakan struktur rancangan (desain) web agar dapat tersusun suatu
informasi yang tepat (terorganisasi) dan mudah ditemukan isinya. Dimana
struktur rancangan harus memenuhi beberapa aspek antara lain form, fungsi,
navigasi, interface, interaksi, visual, dan maksud informasi itu sendiri, yang
akan dibangun dalam sebuah web (www.usemod.com). Sepintas, definisi arsitektur
informasi menyerupai definisi sebuah buku. Dimana sebuah buku adalah informasi
yang isinya dibagi atau diorganisasikan dalam suatu bab, dan bab-bab terdiri
dari subbab-subbab yang ditunjukkan pada daftar isi. Namun arsitektur informasi
web jelas berbeda dengan buku.
Sejak web
perencanaan isi, desain dan manajemen datang dalam lingkup metode desain,
Vitruvian tradisional tujuan komoditas, keteguhan dan kesenangan dapat memandu
arsitektur situs, seperti yang mereka lakukan arsitektur fisik dan disiplin
desain lainnya. Website arsitektur akan datang dalam ruang lingkup
estetika dan teori kritis dan kecenderungan ini dapat mempercepat dengan
munculnya web semantik dan web 2.0. Kedua
ide menekankan aspek struktur informasi. Strukturalisme adalah
sebuah pendekatan untuk pengetahuan yang telah dipengaruhi sejumlah disiplin
akademis termasuk estetika, teori kritis dan postmodernisme. Web 2.0,
karena melibatkan user-generated content, mengarahkan perhatian arsitek website
untuk aspek-aspek struktur informasi.
“Website arsitektur” memiliki potensi untuk menjadi istilah yang digunakan untuk
disiplin intelektual mengatur konten website. ”Web desain”, dengan cara kontras, menggambarkan tugas-tugas
praktis, bagian-bagian-grafis dan teknis, dari merancang dan menerbitkan sebuah
situs web. Perbedaan tersebut dibandingkan dengan yang antara tugas
mengedit sebuah koran atau majalah dan desain grafis dan
pencetakan. Tetapi hubungan antara editorial dan kegiatan produksi adalah
lebih dekat untuk publikasi web daripada untuk penerbitan cetak.
- Konsep Arsitektur system dalam web meliputi :
Arsitektur
Teknologi Informasi
Arsitektur
Teknologi informasi (TI) adalah peta level tinggi atau rencana aset informasi
dalam sebuah organisasi. Hal tersebut adalah panduan kedua untuk operasi saat
ini dan blue print untuk ke arah masa depan. Arsitektur TI mengintegrasikan
kebutuhan bisnis seluruh organisasi untuk mendapatkan informasi dan semua
aplikasi. Arsitektur TI adalah analog dengan arsitektur rumah. Sebuah rencana
arsitektur menjelaskan bagaimana rumah yang akan dibangun, termasuk bagaimana
berbagai komponen rumah, seperti pipa dan sistem kelistrikan, harus
diintegrasikan. Demikian pula, arsitektur TI menunjukkan bagaimana semua aspek
teknologi informasi dalam suatu organisasi yang sesuai secara bersama. Gambar 1
menggambarkan arsitektur TI dari sebuah agen perjalanan online.
kelebihan
dan kekurangan WEB
Kelebihan
:
Ø
Mudah
diakses kapanpun Dimanapun kita mau
Ø
Mendapatkan
informasi terbaru atau terupdate
Ø
Informasi
mudah di distribusikan atau di share
Kekurangan :
Ø
Apabila
website tidak terproteksi menyebabkan komputer user atau smartphone user
terkena gangguan seperti virus ataupun spam iklan
Ø
Terkadang
ada website yang memerlukan pembayaran dalam mengaksesnya
Ø
Loading
yang lama pada saat mengakses dikarenakan server atau jaringan tidak stabil
Referensi :
*Nicols, Steven Vaughan. dkk. (1999). Yang Perlu Anda Ketahui tentang World Wide Web. Edisi Yogyakarta: Andi Yogyakarta.
*Tim Berners-Lee, J. Hendler, and O. Lassila (2001). The
semantic web. Technical report, Scientific American.
*John Borland (2007).
A Smarter Web.
http://www.technologyreview.com/Infotech/18396./.
Diakses: 28/03/20.
*The History of The Web.
http://www.w3.org/community/webed/wiki/The_history_of_the_Web./Diakses : 28/03/20.
*https://dhozkiii24.wordpress.com/2013/08/26/arsitektur-web/. Diakses : 28/03/20.